Islam Sebagai Kritik Sosial
Agama tampaknya telah menjadi kesalehan eskapistik yang membiarkan dirinya menjadi symbol yang bisu bahkan acuh terhadap kemungkaran social yang terus berlangsung.Semestinya agama mengambil prakarsa untuk mempertanyakn keadaan social eknomi yang timpang, tidak hanya dalam bentuk menanamkan kesalehan ritual, tapi yang lebih penting dari itu, yaitu mewujudkan kesalehan social yang mampu membongkar proses dehumanisasi.rnrnAgama sebagai kekuatan simbolik yang dipercaya suci dari Tuhan, sudah seharusnya membuka diri untuk melakukan pemihakan terhadap nasib orang-orang yang tercecer dari mobilitas social.rnrnSemangat dari percikan pemikiran di dalam buku ini, mungkin bisa menjadi provokasi dan bahan renungan bagi siapa saja yang peduli tentang peran agama yang baru. Agama yang mampu untuk selalu kritis terhadap ketidakadilan, penindasan, dan struktur social yang timpang.
Ketersediaan
#
My Library (Rak 2x0)
297.27 MOE i
B2502401
Tersedia
Informasi Detail
- Judul Seri
- Seri Islam dan Modernitas
- No. Panggil
- 297.27 MOE i
- Penerbit
- Jakarta : Erlangga, 2003
- Deskripsi Fisik
- viii, 256 hlm: 21 cm
- Bahasa
- Indonesia
- ISBN/ISSN
- 9789796889310
- Klasifikasi
- 297.27
- Edisi
- cet. I
- Subjek
- Pernyataan Tanggungjawab
- Moeslim Abdurrahman
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain
Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah