REVOLUSI KECERDASAN ABAD 21
Kebanyakan orang, termasuk kalangan masyarakat terdidik, lebih banyak mengenal teori kecerdasan rasional, yang biasa disebut dengan IQ. Meski kritik-kritik atas teori tersebut sudah banyak disampaikan para ahli. Sampai sekarang, IQ masih tetap oleh kebanyakan orang dianggap sebagai satu- satunya prediktor kecerdasan seseorang. Padahal, menurut hasil penelitian mengenai kecerdasan dan otak manusia tidaklah demikian. Jika Howard Gardner mengajukan teori Kecerdasan Majemuk (Multiple Intelligence), Daniel Goleman mengajikan teori Kecerdasan Emosional (Emotional Intelligence), Paul Stolz mengajukan teori Adversity Quotient, Danah Zohar dan Ian Marshall mengajukan teori Kecerdasan Spiritual (Spiritual Intelligence) maka Robert J. Sternberg mengajukan teori Kecerdasan Kesuksesan (Successful Intelligence).
Ketersediaan
#
My Library (Rak 100)
153.9 EFE r c1
B1003729
Tersedia
#
My Library (Rak 100)
153.9 EFE r c2
B1003730
Tersedia
#
My Library (Rak 100)
153.9 EFE r c3
B1003732
Tersedia
Informasi Detail
- Judul Seri
- REVOLUSI KECERDASAN ABAD 21
- No. Panggil
- 153.9 EFE r
- Penerbit
- Bandung : Alfabeta, 2005
- Deskripsi Fisik
- viii,284 hlm: 24 cm.
- Bahasa
- Indonesia
- ISBN/ISSN
- 979-843-330-2
- Klasifikasi
- 153.9
- Tipe Isi
- text
- Edisi
- Ed. 1
- Pernyataan Tanggungjawab
- Agus Efendi
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain
Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah