PETA KERUKUNAN
Sejak lahirnya Boedi Oetomo, mosaik keragaman tanah air tersebut mulai dipintal dalam ikatan keindonesiaan. Ikatan itu diperteguh lagi ketika pemuda Indonesia berikrar: Satu Nusa, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa. Sayangnya, pada periode akhir era Orde Baru dan berlanjut pada era reformasi, pintalan itu seolah tergerai begitu saja dihadapkan kuatnya tuntutan dan desakan egoisme kelompok, daerahisme, serta fanatisme etnik dan agama. Nuansa itu antara lain, terrekam dalam riset peta kerukunan di berbagai propinsi Nusantara pada 2001. Dua belas penelitian yang terangkum dalam buku ini, sejak awal didisain untuk merekrut nilai-nilai kerukunan untuk menepis potensi disintegrasi antar komponen masyarakat. Semoga kerja akademik-ilmiah ini bisa bermanfaat bagi kembalinya emosi kohesif bangsa.
Ketersediaan
#
My Library (Rak 200)
291.598 SYA p
B0900158
Tersedia
Informasi Detail
- Judul Seri
- PETA KERUKUNAN
- No. Panggil
- 291.598 SYA p
- Penerbit
- Jakarta : DEPARTEMEN AGAMA RI, 2003
- Deskripsi Fisik
- xxxviii, 448 halm,:21 cm
- Bahasa
- Indonesia
- ISBN/ISSN
- 979-9710-02-2
- Klasifikasi
- 291.598
- Tipe Isi
- text
- Edisi
- Ed. 1
- Subjek
- Pernyataan Tanggungjawab
- Achmad Syahid
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain
Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah