Teori pembelajaran anak usia dini : dalam kajian neurosains
Hakikat pendidikan adalah mengoptimalisasikan seluruh potensi (kecerdasan) manusia. Seluruh potensi manusia berpusat pada otaknya. Ilmu yang mempelajari otak adalah neurosains sehingga pendidikan perlu memasukkan neurosains ke dalam praksis pembelajaran. Ironisnnya, selama berabad-abad pendidik mengubah otak anak (mengembangkan potensi peserta didik) tanpa pengetahuan sedikitpun tentang neurosains. Artinya, selama berabad-abad pula pendidik belum mampu mengoptimalkan potensi peserta didik.rnrnHal ini terjadi karena kajian neurosains di bidang pendidikan hanya dilakukan oleh sebelah pihak, yakni neurosaintis semata tanpa melibatkan para pendidik. Oleh karena itu, pendidik harus terlibat aktif dalam kajian neurosains dalam rangka pengembangan potensi peserta didik.rnrnBuku ini tidak spesifik membahas neurosains dalam pembelajaran anak usia dini secara sempit, tetapi pembelajaran secara luas. Oleh karena itu, dalam buku ini sering digunakan istilah “anak”, “anak didik”, “peserta didik” atau “siswa”. Semuanya dimaksudkan untuk menyesuaikan penggunaan teori-teori neurosains dalam pembelajaran sesuai dengan tahap-tahap perkembangan dan pertumbuhan peserta didik.rn
Ketersediaan
#
Belum memasukkan lokasi
Belum memasukkan lokasi
B210448
Tersedia
Informasi Detail
- No. Panggil
- 372.21 SUY T
- Penerbit
- Bandung : Remaja Rosdakarya, 2017
- Deskripsi Fisik
- vi, 218 hlm.: ilus.; 24 cm
- Bahasa
- Indonesia
- ISBN/ISSN
- 978-979-692-178-2
- Klasifikasi
- 372.21
- Edisi
- Cet. iv
- Pernyataan Tanggungjawab
- Suyadi
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain
Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah